animasi daun

Selasa, 25 November 2014

RANGKUMAN BUKU SEJARAH OLIMPIADE



SEJARAH OLIMPIADE

Olimpiade adalah ajang olahraga antarbangsa yang diadakan setiap 4 tahun sekali yang diikuti oleh seluruh negara di dunia yang terdaftar diIOC (International Olympic Committee). Olimpiade dimulai pada tahun 776 sebelum masehidiOlympia, Yunani. Namun pada tahun 393 masehi, Olimpiade Kuno ini dihentikan oleh kaisar Romawi yang bernama Theodosius.Akan tetapi, semangat membangkitkan kembali olimpiade muncul ketika pada abad ke-19 oleh arkeolog Jerman Baron Pierre De Coubertin menemukan lokasi penyelenggaraan Olimpiade Modern yakni di kota Athena, Yunani Kuno pada tahun 1896 yang diikuti oleh 250  atlet dari 15 negara.
Tujuan dari Olimpiade Modern ini adalah untuk menggalang persahabatan antarbangsa di dunia. Hal tersebut disambut gembira oleh semua negara yang ditunjukkan dengan semakin banyaknya jumlah atlet dan negara peserta tiap tahun berikutnya.
Pada Olimpiade Modern ini, terdapat 2 macam olimpiade, yakni Olimpiade Musim Panas dan Olimpiade Musim Dingin. Olimpiade Musim Panas adalah ajang olahraga musim panas yang diadakan setiap 4 tahun dan diikuti oleh seluruh negara anggota IOC. Dan para pesertanyadiikutsertakan oleh sebuah komite olimpiade nasional untuk mewakili negara merdeka. Sedangkan Olimpiade Musim Dingin adalah ajang olahraga musim dingin yangdiadakan setiap 4 tahun sekali.
Citius altius fortius merupakan moto olimpiade yang berarti “lebih cepat, lebih tinggi, dan lebih kuat.” Sedangkan, bendera olimpiade adalah saranamencerminkan tujuan olimpiade. Bendera olimpiade inidiciptakan oleh Coubertin pada tahun 1914. Bendera olimpiade berlatar belakang putih dan mempunyai 5 buah cicin berwarna biru, kuning, hitam, hijau, dan merah.
Mascot adalah simbol berbentuk orang, binatang, atau benda yang diberlakukan oleh suatu kelompok sebagai  lambang pembawa keberuntungan. Terdapat 2 mascot, yakni mascot Olimpiade Musim Panas dan mascot Olimpiade Musim Dingin. Mascot Olimpiade Musim Panas yakni waldi, amik, misha, sam, hodori, cobi, izzy, (syd, olly dan millie), athena dan phevos, serta fuwa. Sedangkan mascot Olimpiade Musim Dingin yakni schneeman, roni, vuchco, hidy dan howdy, magique, haakon dan kristin, (sukki, nokki, lekki, dan tsukki), (powder, copper, dan coal), serta aada neve dan gliz.
Api olimpiade,obor olimpiade,cahaya olimpiade dan matahari olimpiade adalah lambang olimpiade. Dahulu, api olimpiade dibiarkan menyala selama perayaan Olimpiade Kuno. Akan tetapi, kini penyalaan api olimpiade tersebut dinyalakan beberapa bulan sebelum upacara pembukaan.Api olimpiade biasanya dibawa oleh para atlet olimpiade kemudian diserahkan kepada penjabat-penjabat kota tuan rumah.Dalam penyalaan api olimpiade, api dinyalakan pada kuali besar yang disebut kaldron.
Bagi orang-orang Yunani Kuno, api mempunyai makna suci. Hal tersebut dikarenakan adanya anggapan bahwa api tersebut dicuri dari dewa-dewa oleh Prometeus. Api baru muncul dalam Olimpiade Modern tahun1928. Gagasan tentang Api Olimpiade tersebut disambut antusias sehingga dimasukkan sebagai Lambang Gerakan Olimpiade.

Urutan Penyelenggaraan Olimpiade
À      Oimpiade Musim Panas
1.      Olimpiade 1896 di Athena, Yunani.
2.      Olimpiade 1900 di Paris, Prancis.
3.      Olimpiade 1904 di St. Louis,Missouri, Amerika Serikat.
4.      Olimpiade 1908 di London, Inggris.
5.      Olimpiade 1912 di Stockholm, Swedia.
6.      Olimpiade 1916 di Berlin, dibatalkan karena perang dunia 1.
7.      Olimpiade 1920 di Antwerpen, Belgia.
8.      Olimpiade 1924 di Paris, Prancis.
9.      Olimpiade 1928 diAmsterdam, Belanda.
10.  Olimpiade 1932 diLos Angles, Amerika.
11.  Olimpiade 1936 diBerlin, Jerman.
12.  Olimpiade 1940 diTokyo, Jepangdibatalkan karena perang dunia 2.
13.  Olimpiade 1944 diLondon, Inggris dibatalkan karena perang dunia 2.
14.  Olimpiade 1948 diLondon, Britania Raya.
15.  Olimpiade 1952 diHelsinki, Finlandia.
16.  Olimpiade 1956 diMelbourne, Australia.
17.  Olimpiade 1960 diRoma, Italia.
18.  Olimpiade 1964 diTokyo, Jepang.
19.  Olimpiade 1968 diMexico City, Meksiko.
20.  Olimpiade 1972 diMunchen, Jerman Barat.
21.  Olimpiade 1976 diMontreal, Kanada.
22.  Olimpiade 1980 diMoskwa, Uni Soviet.
23.  Olimpiade1984 diLos Angeles, Amerika Serikat.
24.  Olimpiade 1988 diSeoul, Korea Selatan.
25.  Olimpiade 1992 diBarcelona, Spanyol.
26.  Olimpiade 1996 diAtlanta Georgia, Amerika Serikat.
27.  Olimpiade 2000 diSydney, Australia.
28.  Olimpiade 2004 diAthena, Yunani.
29.  Olimpiade 2008 di Beijing, China.
30.  Olimpiade 2012 diLondon, Britania Raya.

À      Olimpiade Musim Dingin
1.      Olimpiade Musim Dingin 1924 di Chamonix, Prancis.
2.      Olimpiade Musim Dingin 1928 di St. Moritz, Swiss.
3.      Olimpiade Musim Dingin 1932 di New York, Amerika Serikat.
4.      Olimpiade Musim Dingin 1936 di Garmisch-Parten-Kirchen, Jerman.
5.      Olimpiade Musim Dingin 1940 dibatalkan karena perang dunia 2.
6.      Olimpiade Musim Dingin 1948 di St. Moritz, Swiss.
7.      Olimpiade Musim Dingin 1952 di Oslo, Norwegia.
8.      Olimpiade Musim Dingin 1956 di Cortina D’ampezzo, Italia.
9.      Olimpiade Musim Dingin 1960 di California, Amerika Serikat.
10.  Olimpiade Musim Dingin 1964 di Innsbruck, Austria.
11.  Olimpiade Musim Dingin 1968 di Greenble, Prancis.
12.  Olimpiade Musim Dingin 1972 di Sapporo, Jepang.
13.  Olimpiade Musim Dingin 1976 di Innsbruck, Austria.
14.  Olimpiade Musim Dingin 1980 di New York, Amerika Serikat.
15.  Olimpiade Musim Dingin 1984 di Sarajevo, Yugoslavia.
16.  Olimpiade Musim Dingin 1988 di Calgary, Kanada.
17.  Olimpiade Musim Dingin 1992 di Albertville, Prancis.
18.  Olimpiade Musim Dingin 1994 di Lillehanmmer, Norwegia.
19.  Olimpiade Musim Dingin 1998 di Nagano, Jepang.
20.  Olimpiade Musim Dingin 2002 di Saltlakecity, Amerika Serikat.
21.  Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin, Italia.
22.  Olimpiade Musim Dingin 2010 di Vancouver, Kanada.

CONTOH PERCAKAPAN B. PRANCIS



Dian   : Tu va bien? (apakah kamu baik-baik saja?)
Lusi    : Non. J’ai mal a la tete. (Tidak. Saya sedang sakit kepala.)
Dian   : Alles s’assoir! (mari duduk.)
Lusi    : Merci beaucoup. (Terima kasih.)
Dian   : Vous  etes  etudiante premiere annee? Votre nom s’il vous plait?
Je mapelle Dian. (apakah kamu mahasiswi baru? Siapa namamu? Sama saya Dian.)
Lusi    : Oui, Je suis etudiante premiere annee. Mon mom est Lusi.
          (Iya, saya mahasiswi baru. Nama saya Lusi.)
Dian   : Tu est francaise? (apakah kamu berkebangsaan francis?)
Lusi    : Non, je suis indonesienne. Ta nationalite s’il te plait?
(Tidak, saya berkebangsaan Indonesia. Kamu berkebangsaan apa?)
Dian   : Ma nationalite est chinoise. Ton adresse s’il te plait?
(saya berkebangsaan cina. Dimana kamu tinggal?)
Lusi    : J’habite a Orlands. Tu habite ou?
(saya tinggal di Orlands. Dimana kamu tinggal? )
Dian   : Mon adresse est a Nante. (saya tinggal din antes.)
Lusi    : Qu’est-ce que les majors ne prenez-vous? (Jurusan apa yang kamu ambil?)
Dian   : La litterature allemande. Et tu? (Sastra francis. Dan kamu?)
Lusi    : Comptabilte. (akuntansi.)
Dian   : Tu as quell age? (Berapa umurmu?)
Lusi    : J’ai dix-sept ans. (umur saya 17 tahun)
Dian   : moi aussi. (sama dong.)
Lusi    : Quel est ton gout? (apa hobi mu?)
Dian   : Mon gout es lire de livre et art. Quell est votre gout?
(hobiku membaca buku dan seni. Apa hobimu?)
Lusi    : J’aime executer de la guitar. (Hobiku bermain gitar.)
Dian   : Agreable de vous recontrer. (senang berkenalan denganmu.)
Lusi    : Ravi de vous recontre egalement. (Senang berkenalan denganmu juga.)

MAKALAH KERAJAAN MATARAM ISLAM



A.   Sekilas Kerajaan Mataram Islam
Kerajaan Mataram berdiri pada tahun 1582. Pusat kerajaan ini terletak di sebelah tenggara kota Yogyakarta, yakni di Kotagede. Dalam sejarah Islam, Kerajaan Mataram Islam memiliki peran yang cukup penting dalam perjalanan secara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Hal ini terlihat dari semangat raja-raja untuk memperluas daerah kekuasaan dan mengIslamkan para penduduk daerah kekuasaannya, keterlibatan para pemuka agama, hingga pengembangan kebudayaan yang bercorak Islam di jawa. Dinasti Mataram Islam sesungguhnya berawal dari keluarga petani, begitulah yang tertulis pada Babad Tanah Jawi. Kisahnya  Ki Gede Pamanahan mendirikan desa kecil di Alas Mentaok (alas= hutan) yang kemudian menjadi sebuah kota yang semakin ramai dan makmur hingga disebut Kota Gede (kota besar). Disana lalu di bangun benteng dalam (cepuri) yangmengelilingi kraton dan benteng luar (baluwarti) yang mengelilingi wilayah kota seluas ± 200 ha. Sisi luar kedua benteng ini juga di lengkapi dengan parit pertahanan yang lebar seperti sungai.
Wilayah kekuasaan Mataram mencapai Jawa Barat (kecuali Banten), Jawa Tengah, Jawa Timur,  Sukadana (Kalimantan Selatan), Nusa Tenggara. Palembang dan Jambi pun menyatakan vasal kepada Mataram.


B.   Sistem Pemerintahan
Sistem pemerintahan yang dianut Kerajaan mataram islam adalah sistem Dewa-Raja. Artinya pusat kekuasaan tertinggi dan mutlak adaa pada diri sultan. Seorang sultan atau raja sering digambarkan memiliki sifat keramat, yang kebijaksanaannya terpacar dari kejernihan air muka dan kewibawannya yang tiada tara. Raja menampakkan diri pada rakyat sekali seminggu di alun-alun istana.
Selain sultan, pejabat penting lainnya adalah kaum priayi yang merupakan penghubung antara raja dan rakyat. Selain itu ada pula panglima perang yang bergelar Kusumadayu, serta perwira rendahan atau Yudanegara. Pejabat lainnya adalah Sasranegara, pejabat administrasi.
Raja-raja yang pernah memerintah di kerajaan mataram islam:
1.      Panembahan Senopati (1584-1601 M)
2.      Mas Jolang atau Seda Ing Krapyak (1601- 1613 M)
3.      Mas Rangsang bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1646 M)
4.      Amangkurat I (1646- 1676 M)
5.      Amangkurat II dikenal juga sebagai Sunan Amral (1677- 1703 M)
6.      Sunan Mas atau Amangkurat III pada 1703 M)
7.      Pangeran Puger yang bergelar Paku Buwana I (1703-1719 M)
8.      Amangkurat IVdikenal sebagai Sunan Prabu (1719-1727 M)
9.      Paku Buwana II (1727-1749 M)
10.  Paku Buwana III pada 1749 M pengangkatannya dilakukan oleh VOC.
11.  Sultan Agung.


C. Usaha-Usaha Mataram Islam Dalam Perluasan Wilayah
Mataram mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Agung. Wilayah Mataram bertambah luas meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat. Sultan Agung di samping dikenal sebagai raaja juga pemimpin agama. Kehidupan beragama mendapat perhatian dan pengembangan yang sangat pesat. Sultan Agung dikenal juga sebagai pahlawan nasional karena perannya dalam mengusir penjajah Belanda. Pengaruh Mataram saampai ke Palembang, Jambi, Banjarmasin, dan ke timur sampai Gowa Makasar. Pengaruh ini ditandai adanya hubungan kerja sama dan saling mengirim utusan antara daerah-daerah tersebut dengan Mataram. Kemajuan yang dicapai pada masa pemerintahan Sultan Agung meliputi kemajuan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

·         Bidang Politik
Penyatuan kerajaan-kerajaan Islam
Sultan Agung berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Usaha ini dimulai dengan menguasai Gresik, Jaratan, Pamekasan, Sumenep, Sampang, Pasuruhan, kemudian Surabaya. Salah satu usahanya mempersatukan kerajaan Islam di Pulau Jawa ini ada yang dilakukan dengan ikatan perkawinan. Sultan Agung mengambil menantu Bupati Surabaya Pangeran Pekik dijodohkan dengan putrinya yaitu Ratu Wandansari.
Anti penjajah Belanda
.Sultan Agung adalah raja yang sangat benci terhadap penjajah Belanda. Hal ini terbukti dengan dua kali menyerang Belanda ke Batavia, yaitu yang pertama tahun 1628 dan yang kedua tahun 1629. Kedua penyerangan ini mengalami kegagalan. Adapun penyebab kegagalannya, antara lain:
Ø  Jarak yang terlalu jauh berakibat mengurangi ketahanan prajurit mataram. Mereka harus menempuh jalan kaki selama satu bulan dengan medan yang sangat sulit.
Ø  Kekurangan dukungan logistik menyebabkan pertahanan prajurit Mataram di Batavia menjadi lemah.
Ø  Kalah dalam sistem persenjataan dengan senjataa yang dimiliki kompeni Belanda yang serba modern.
Ø  Banyak prajurit Mataram yang terjangkit penyakit dan meninggal, sehingga semakin memperlemah kekuatan.
Ø  Portugis bersedia membantu Mataram dengan menyerang Batavia lewat laut, sedangkan Mataram lewat darat. Ternyata Portugis mengingkari. Akhirnya Mataram dalam menghadapai Belanda tanpa bantuan Portugis.
Ø  Kesalahan politik Sultan Agung yang tidak mengadakan kerja sama dengan Banten dalam menyerang Belanda. Waktu itu mereka saling bersaing.
Ø  Sistem koordinasi yang kurang kompak antara angkatan laut dengan angkatan darat. Ternyata angkatan laut mengadakan penyerangan lebih awal sehingga rencana penyerangan Mataram ini diketahui Belanda.
Ø  Akibat penghianatan oleh salah seorang pribumi, sehingga rencana penyerangan ini diketahui Belanda sebelumnya.
·         Bidang Ekonomi
Kemajuan dalam bidang ekonomi meliputi hal-hal berikut ini:
Ø  Sebagai negara agraris, Mataram mampu meningkatkan produksi beras dengan memanfaatkan beberapa sungai di Jawa sebagai irigasi. Mataram juga mengadakan pemindahan penduduk (transmigrasi) dari daerah yang kering ke daerah yang subur dengan irigasi yang baik. Dengan usaha tersebut, Mataram banyak mengekspor beras ke Malaka.
Ø  Penyatuan kerajaan-kerajaan Islam di pesisir Jawa tidak hanya menambah kekuatan politik, tetapi juga kekuatan ekonomi. Dengan demikian ekonomi Mataram tidak semata-mata tergantung ekonomi agraris, tetapi juga karena pelayaran dan perdagangan.

·         Bidang Sosial Budaya
Ø   Timbulnya kebudayaan kejawen
Unsur ini merupakan akulturasi dan asimilasi antara kebudayaan asli Jawa dengan Islam. Misalnya upacara Grebeg yang semula merupakan pemujaan roh nenek moyang. Kemudian, dilakukan dengan doa-doa agama Islam. Saampai kini, di jawa kita kenal sebagai Grebeg Syawal, Grebeg Maulud dan sebagainya.
Ø Perhitungan Tarikh Jawa
Sultan Agung berhasil menyusun tarikh Jawa. Sebelum tahun 1633 M, Mataram menggunakan tarikh Hindu yang didasarkan peredaran matahari (tarikh syamsiyah). Sejak tahun 1633 M (1555 Hindu), tarikh Hindu diubah ke tarikh Islam berdasarkan peredaran bulan (tarikh komariah). Caranya, tahun 1555 diteruskan tetapi dengan perhitungan baru berdasarkan tarikh komariah. Tahun perhitungan Sultan Agung ini kemudian dikenal sebagai “tahun Jawa”.
Ø Berkembangnya Kesusastraan Jawa
Pada zaman kejayaan Sultan Agung, ilmu pengetahuan dan seni berkembang pesat, termasuk di dalamnya kesusastraan Jawa. Sultan Agung sendiri mengarang kitab yang berjudul Sastra Gending yang merupakan kitab filsafat kehidupan dan kenegaraan. Kitab-kitab yang lain adalah Nitisruti, Nitisastra, dan Astrabata. Kitab-kitab ini berisi tentang ajaran-ajaran budi pekerti yang baik.
Pengaruh Mataram mulai memudar setelah Sultan Agung meninggal pada tahun 1645 M. Selanjutnya, Mataram pecah menjadi dua, sebagaimana isi Perjanian Giyanti (1755) berikut:
·       Mataram Timur yang dikenal Kesunanan Surakarta di bawah kekuasaan Paku Buwono III dengan pusat pemerintahan di Surakarta..
·       Mataram Barat yang dikenal dengan Kesultanan Yogyakarta di bawah kekuasaan Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I dengan pusat pemerintahannya di Yogyakarta.
Perkembangan berikutnya, Kesunanan Surakarta pecah menjadi dua yaitu Kesunanan dan Mangkunegaran (Perjanjian Salatiga 1757). Kesultanan Yogyakarta juga terbagi atas Kesultanan dan Paku Alaman. Perpecahan ini terjadi karena campur tangan Belanda dalam usahanya memperlemah kekuatan Mataram, sehingga mudah untuk di kuasai.

C.   Keadaan Ekonomi
Letak kerajaan Mataram di pedalaman, maka Mataram berkembang sebagai kerajaan agraris yang menekankan dan mengandalkan bidang pertanian. Sekalipun demikian kegiatan perdagangan tetap diusahakan dan dipertahankan, karena Mataram juga menguasai daerah-daerah pesisir jawa utara. Dalam bidang pertanian, Mataram mengembangkan daerah persawahan yang luas terutama di Jawa Tengah, yang daerahnya juga subur dengan hasil utamanya adalah beras, di samping kayu, gula, kapas, kelapa dan palawija. Sedangkan dalam bidang perdagangan, beras merupakan komoditi utama, bahkan menjadi barang ekspor karena pada abad ke-17 Mataram menjadi pengekspor beras paling besar pada saat itu. Dengan demikian kehidupan ekonomi Mataram berkembang pesat karena didukung oleh hasil bumi Mataram yang besar.


D.   Keadaan Sosial
Sebagai kerajaan yang bersifat agraris, masyarakat Mataram disusun berdasarkan sistem feodal. Dengan sistem tersebut maka raja adalah pemilik tanah kerajaan beserta isinya. Untuk melaksanakan pemerintahan, raja dibantu oleh seperangkat pegawai dan keluarga istana, yang mendapatkan upah atau gaji berupa tanah lungguh atau tanah garapan. Tanah lungguh tersebut dikelola oleh kepala desa (bekel) dan yang menggarapnya atau mengerjakannya adalah rakyat atau petani penggarap dengan membayar pajak/sewa tanah. Dengan adanya sistem feodalisme tersebut, menyebabkan lahirnya tuan-tuan tanah di Jawa yang sangat berkuasa terhadap tanah-tanah yang dikuasainya. Sultan memiliki kedudukan yang tinggi juga dikenal sebagai panatagama yaitu pengatur kehidupan keagamaan.


E.    Kebudayaan Kerajaan Mataram Islam
 Kebudayaan yang berkembang pesat pada masa Kerajaan Mataram berupa seni tari, pahat, suara, dan sastra. Hal ini terlihat dari kreasi para seniman dalam pembuatan gapura, ukiran-ukiran di istana maupun tempat ibadah. Contohnya gapura Candi Bentar di makam Sunan Tembayat (Klaten) diperkirakan dibuat pada masa Sultan Agung. Bentuk kebudayaan yang berkembang adalah Upacara Kejawen yang merupakan akulturasi antara kebudayaan Hindu-Budha dengan Islam. Di samping itu, perkembangan di bidang kesusastraan memunculkan karya sastra yang cukup terkenal, yaitu Kitab Sastra Gending yang merupakan perpaduan dari hukum Islam dengan adat istiadat Jawa yang disebut Hukum Surya Alam.E. Contoh lain adalah penggunaan kalender Jawa, adanya kitab filsafat sastra gending dan kitab undang-undang yang disebut Surya Alam. Contoh-contoh tersebut merupakan hasil karya dari Sultan Agung sendiri.
Hasil-hasil kebudayaan  kerajaan mataram islam:




F.    Peninggalan Kerajaan Mataram Islam
o   Sumber- Sumber Berita:
a. Babad Tanah Djawi
b. Babad Meinsma
c. Serat Kandha
d. Serat Centini
e. Serat Cabolek
f. Serat Dharma Wirayat
 
g. Serat Nitipraja
h. Babad Sangkala
i. Babad Sankalaniang Momana
j. Sadjarah Dalem

o   Seni dan Tradisi:
a. Sastra Ghending karya Sultan Agung
b. Tahun Saka
c. Kerajinan Perak
d. Kalang Obong
e. Kue Kipo
f. Pertapaan Kembang Lampir
g. upacara kejawen

o   Bangunan- Bangunan, Benda Pusaka, dan Lainnya:
a. Segara Wana dan Syuh Brata
b. Puing - puing / candi- candi Siwa dan Budha 
c. Batu Datar di Lipura yang tidak jauh di barat daya Yogyakarta
d. Baju “keramat” Kiai Gundil atau Kiai Antakusuma
e. Masjid Agung Negara

f. Masjid Jami Pakuncen
g. Gerbang Makam Kota Gede
h. Masjid Makam Kota Gede

i. Bangsal Duda
j. Rumah Kalang
k. Makam Raja- Raja Mataram di Imogiri